BAHASA INDONESIA 2
Tugas 1
Nama :
Virna Dhestira Permana
NPM :
27212607
Kelas :
3EB24
Fak/Jur : Ekonomi/S-1 Akuntansi
1.
Apa perbedaan
antara penalaran induktif dan deduktif ?
Penalaran merupakan suatu proses pemikiran atau pola
pikir yang membuahkan sebuah pengetahuan secara terus menerus dalam menarik
suatu kesimpulan. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan
disebut dengan premis (antesedens) dan hasil
kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan
antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Ada dua jenis dalam menalar, yaitu :
a.
Penalaran Deduktif
adalah proses berpikir untuk menarik suatu kesimpulan, berupa prinsip atau
sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus (penjelasan, rincian, contoh-contoh,
atau bukti-buktinya). Prosesnya disebut induksi.
b.
Penalaran
Induktif adalah suatu penalaran yang diperoleh dari suatu kasus atau peristiwa
yang bersifat umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan
berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih
khusus.
2.
Apa syaratnya
supaya kesimpulan dalam deduktif dapat dipercaya ?
Dalam suatu penalaran deduksi kesimpulan
dapat ditarik dengan cara :
a.
Menarik
kesimpulan dari satu premis
Contoh
v Premis : Hari Jumat, tanggal 10 September 2010
merupakan hari libur nasional.
v Kesimpulan: Hari itu sekolah libur.
b.
Menarik kesimpulan
dari dua premis
Contoh
v Premis 1 : Pegawai Negeri adalah anggota Korpri.
Premis 2 : Anggota Korpri memiliki
seragam khusus.
v Kesimpulan : Pegawai Negeri pasti mempunyai seragam
khusus.
Konklusi atau kesimpulan yang biasa kita
utarakan harus dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan. Ada beberapa syarat
yang harus dipenuhi dalam penarikan kesimpulan penalaran deduksi, yaitu :
1)
premis harus
benar.
2)
penalaran yang
menuju kesimpulan harus benar.
3.
Buatlah 2 contoh
penarikan kesimpulan melalui generalisasi !
v Contoh 1 :
Pendidikan karakter untuk melawan
koruptor dan kemerosotan moral bangsa terus dilaksanakan di semua sekolah di
Indonesia. Namun perlu kita sadari bahwa para koruptor yang tertangkap sekarang
justru berasal dari kaum pemuda yang merupakan calon pemimpin dimasa depan.
Banyak juga tawuran dan penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuda sekarang
seperti pemerkosaan, pencurian dan masih banyak lagi. Bisa dibilang pendidikan
karakter masih belum efektif mengubah karakter bangsa.
v Contoh 2 :
Tuntutan dengan IPK 3.25 adalah suatu
momok terbesar bagi mahasiswa sekarang. Tekanan yang didalam maupun yang diluar
cukup besar untuk mahasiswa sekarang. Dengan SKS yang cukup banyak agaknya
sungguh menyulitkan bagi mahasiswa. Tugas yang begitu banyak dan praktikum yang
selalu reguler setiap minggu juga menyulitkan bagi mahasiswa untuk membagi
waktu. oleh karena itu, dituntut bagi mahasiswa sekarang untuk belajar dan
mencari wawasan yang cukup luas diluar sana agar sesudah lulus atau wisuda
nanti bisa bekerja yang mahasiswa sekarang inginkan.
4.
Dapat dipercayakah
kesimpulan dibawah ini ? jelaskan alasannya !
a.
PA :
Semua profesor pandai.
PK : Ayahmu pandai.
K : Pastilah Ayahmu profesor.
Kesimpulannya
yang benar adalah tidak dapat dipercaya. Karena tidak semua “Ayah pandai itu professor”.
b.
PA :
Semua ibu kota gedung pencakar langit.
PK : Disemua kota industri ada gedung pencakar
langit.
K : Jadi ibu kota adalah kota industri.
rumus :
PU : Semua A=B (disemua kota = ada gedung
pencakar langit)
PK : Semua C=A (disemua kota industri = ada
gedung pencakar langit)
S : Semua C=B (jadi ibu adalah = kota
industri)
Kesimpulan
yang benar adalah “Disemua kota industri ada gedung pencakar langit”. Hal ini
dikarenakan dari PK (A), S (C&B) sudah salah mencatumkan kalimat yang
seharusnya PK (A) adalah “disemua kota”
, S (C) adalah “disemua kota industri” dan S (B) adalah “ada gedung pencakar
langit”, sehingga kesimpulannya tidak dapat dipercaya.
c.
PA : Hasil sawah bertambah jika petani menanam padi unggul.
PK : Hasil sawah bertambah jika pengairan
diatur dengan baik.
K :
Hasil sawah bertambah
jika petani menanam padi dan pengairan diatur
dengan baik.
Rumus :
PU : Semua A=B (Hasil sawah bertambah = jika
petani menanam padi unggul)
PK : Semua C=A (Hasil sawah bertambah = jika
pengairan diatur dengan baik)
S
: Semua C=B (Hasil sawah bertambah = jika petani menanam padi dan pengairan
diatur dengan baik)
Kesimpulan yang benar adalah hasil
sawah bertambah jika petani menanam padi unggul. Dikarenakan menanaman kalimat
tidak benar yaitu dimana PK (A) dan S (B), dimana PK (A) adalah “hasil sawah
bertambah” dan S (B) adalah “jika petani menanam padi unggul”. Sehingga tidak dapat dipercaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar